Kota banjarmasin di kenal juga dengan sebutan kota seribu sungai, wajar apabila sebagian masyarakat dalam melakukan aktivitasnya selalu bersinggungan langsung dengan sungai.

Dari pantauan banjar tv terlihat hanya beberapa buah kapal yang sandar di dermaga ini padahal pada tahun tujuh puluhan alat transportasi air ini salah satu primadona kala itu.

Bagaimana dengan tahun – tahun kedepan ? Apakah alat transportasi air ini masih bisa bertahan ? Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Dalam rangka memperingati hari anak nasional tanggal 23 juli 2008, Banjar Tv menyuguhkan dialog eksklusif bersama hajjah hayatun fardah rudy ariffin, ketua tim penggerak pkk kalimantan selatan di kediaman rumah dinas gubernur kalsel, selasa 22 juli 2008

Dialog yang membahas tema hari anak nasional tahun 2008 juga menghadirkan praktisi pendidikan hajjah maemunah zarkasi didampingi moderator hayati dari Banjar Tv.

Dialog yang berlangsung kurang lebih 1 jam tersebut membahas tentang pentingnya peran orang tua untuk memberikan hak-hak anak diantaranya pendidikan agama sebagai dasar untuk pendidikan intelektual dan emosional.

Dialog ekslusif ini disiarkan oleh stasiun Banjar Tv.



Petikan yang melenting dari alat musik tradisional, merupakan ciri khas permainan musik panting di isi dengan suara merdu mendayu.

Dengan membawakan dua buah lagu 7 orang pemain musik dan satu orang penyanyi ini, ternyata mampu membuat puluhan penonton terpesona.

Selain pertunjukan musik panting dalam pergelaran pertunjukan rakyat tradisional ini juga di gelar kesenian tradisional lainnya yakni madihin.
Pemadihin dengan menggunakan alat musik tradisional berupa terbang ini sarat dengan pesan-pesan moral yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat sehari – hari, tentunya di bumbui dengan anekdot dan banyolan – banyolan lucu yang sambung – menyambung diantara mereka berdua hal ini mampu menghibur dan membuat pendengarnya tertawa



Mungkin disebabkan kurangnya sosialisasi tentang keberadaannya / atau mungkin karena lokasinya yang jauh dari pusat keramaian kota sehingga membuat museum sejarah waja sampai kaputing atau lebih dikenal dengan museum wasaka ini tampak terlihat sepi dari pengunjung.

Saat banjar tv berkunjung selasa 22 juli 2008 ke museum yang terletak dekat jembatan banua anyar ini terlihat suasana pemandangan yang sangat sepi bahkan pintu museum pun nampak tertutup padahal waktu baru menunjukan pukul 12.00 siang.

Menurut salah seorang petugas cleaning service museum yang tinggal tak jauh dari museum tersebut, mengatakan museum dibuka mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul setengah dua siang dari selasa sampai jum’at tapi berhubung ingin mempersiapkan pameran yang akan diadakan di banjarbaru maka para petugasnya agak lebih cepat pulang.

Secara fisik museum wasaka yang seluruh bangunannya terbuat dari kayu ulin dan diresmikan pada era pemerintahan gubernur h.m.said tahun 1991, sebenarnya mempunyai daya tarik sendiri bagi para pengunjung suasananya yang asri ditambah dengan pemandangan sungai dan jembatan banua anyar yang melintas di atasnya tentu saja akan menjadi nilai tambah untuk promosi museum tersebut.

Lomba Catur (Lintas Banua Banjar Tv)



Dalam rangka memperingati hari jadi ke 58 Kabupaten Banjar dan menyongsong HUT ke 63 Proklamasi Kemerdekaan RI, tim kreatif Insan Mulia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar kejuaraan catur se Kab Banjar bertajuk “Bupati Cup 2008”.

Bupati Banjar dalam sambutannya mengatakan Kejuaraan Catur dengan sistem swiss ini dapat dijadikan moment untuk bisa mendapatkan atlit handal berprestasi, supaya kedepannya bisa mewakili Kabupaten Banjar pada event yang bergengsi.

Hari pertama kejuaraan, Abdul Hamid, 7 tahun, peserta termuda asal desa Bincau mampu menyedot perhatian penonton karna mampu mengalahkan lawannya yang lebih tua hanya dalam waktu 10 menit.